Cerita Sex ABG Gadis SMP | Haus Sex
Vimax Agen Capsa
Bandar Q Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online , Sakong Online Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya
agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online

Cerita Sex ABG Gadis SMP

VIMAX Bandar Capsa

Situs Terlengkap Untuk Cerita Dewasa Pribadi | Cerita Sex Terbaru | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Hot | Cerita ABG | Cerita Tante-tante | Cerita Sex Jilbab | Seks Bergambar – ABG Gadis SMP. Saat aku sedang membaca surat dan dokumen yang baru di bawa sekretarisku untuk biasa aku tanda tangani, tiba tiba telponku berbunyi aku lihat di layar ada namanya Marsha, aku angkat telponnya, Cerita Sex Mahasiswi Hot

Cerita Dewasa ABG Gadis SMP

Cerita Sex Perawan, ngentu perawan, tempek perawan, perawan ngesex, perawan dientot, kentu perawan, perawan kentu, perawan hot, cerita perawan

Cerita Sex ABG Gadis SMP

“Hello.. Marsha.. Apa kabar” sapaku. “Hi.. Pak Robert.. Kok udah lama nih nggak kontak Marsha”

“Iya habis sibuk sih” jawabku sambil terus menandatangani surat-surat di mejaku. “Ini Pak Robert.. Ada barang bagus nih..” terdengar suara Marsha di seberang sana. Marsha ini memang kadang-kadang aku hubungi untuk menyediakan wanita untuk aku suguhkan pada tamu atau klienku.

Memang terkadang untuk menggolkan proposal, perlu adanya servis semacam itu. Terkadang lebih ampuh daripada memberikan uang di bawah meja. “Bagusnya gimana Mars?” tanyaku penasaran. “Masih anak-anak Pak.. Baru 15 tahun.

Kelas 3 SMP. Masih perawan, bener-bener gadis virgin” Mendengar hal itu langsung senjataku berontak di sarangnya. Memang sering aku kencan dengan wanita cantik, ABG atupun istri orang. Tetapi jarang-jarang aku mendapatkan yang masih perawan seperti ini.

“Cantik nggak?” tanyaku “Cantik dong Pak.. Tampangnya innocent banget. Bapak pasti suka deh..” rayu Mami Marsha ini. Setelah itu aku tanya lebih lanjut latar belakang gadis itu. Namanya Siska, anak keluarga ekonomi lemah yang perlu biaya untuk melanjutkan sekolahnya.

Orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya lagi sehabis SMP nanti, sehingga setelah dibujuk Marsha, dia mau melakukan hal ini.

“Minta berapa Mars? ” tanyaku

“Murah kok Pak.. cuma lima juta” Wah.. Pikirku.

Murah sekali.. Aku pernah dengar ada orang yang beli keperawanan sampai puluhan juta. Singkat kata, akupun setuju dengan tawaran Marsha. Aku berjanji untuk menelponnya lagi setelah aku sampai di lokasi nanti.

“Lia.. Ke sini sebentar” kutelpon sekretarisku yang sexy itu. Tak lama Lia pun masuk ke ruanganku. Sambil tersenyum manis dia pun duduk di kursi di hadapanku.

“Ada apa Pak Robert?” tanyanya sambil menyilangkan kakinya memamerkan pahanya yang putih.

Belahan buah dadanya tampak ranum terlihat dari balik blousenya yang agak tipis. Ingin rasanya aku nikmati dia saat itu juga, tetapi aku lebih ingin menikmati perawan yang Marshawarkan Marsha. Toh masih ada hari esok untuk Lia, pikirku.

“Saya perlu uang lima juta untuk entertain klien. Tolong minta ke bagian keuangan ya” kataku. “Baik Pak” jawabnya.

“Ada lagi yang bisa saya bantu Pak Robert..?” Lia berkata genit sambil menatapku menggoda. “Nggak.. Mungkin lain kali Lia.. Saya sibuk banget nih” kataku pura-pura. Aku tak ingin staminaku habis sebelum bertempur dengan Siska, anak SMP itu.

Liapun beranjak pergi dengan raut muka kecewa, dan tak lama dia kembali membawa uang yang aku minta beserta slip tanda terima untuk aku tandatangani.

“Nanti kalau perlu lagi, panggil Lia ya Pak” katanya masih mengharap.

“Baik Lia.. Saya pergi dulu sekarang. Jangan telepon saya kecuali ada emergency ya” jawabku sambil mengemasi laptopku. Tak lama akupun sudah meluncur dengan Mercy kesayanganku menuju hotel di kawasan Semanggi.

Akupun cek in di hotel yang berdekatan dengan plaza yang baru dibangun di daerah itu. Setelah mendapatkan kunci akupun bergegas menuju kamar suite di hotel itu. Setiba di kamar, kutelpon Marsha untuk memberitahukan lokasiku.

Dia berjanji untuk datang sekitar satu jam lagi. Sambil menunggu kunyalakan TV dan menonton siaran CNN di ruang tamu kamarku. Sedang asyik-asyiknya melihat berita perang di Irak tiba-tiba HP-ku berbunyi.

“Sialan Lia. Aku khan sudah bilang jangan telepon.” pikirku sambil mengangkat telepon tanpa melihat caller ID-nya. “Halo.

Pak Robert.. Ini Santi” kata suara di seberang sana. Santi ini adalah istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku.

“Oh Santi.. Aku pikir sekretarisku. Ada apa San?”

“Nggak Pak Robert.. Cuma kangen aja. Pengin ketemu lagi nih Pak.. Aku pengin ulangi kejadian yang di pesta dulu itu. Bisa ketemuan nggak Pak hari ini?”

“Wah.. Kalau hari ini nggak bisa San.. Aku sedang di tempat klien nih” jawabku mengelak.

“Khan minggu depan suamimu sudah pergi.. Jadi kita bisa puas deh nanti seharian” lanjutku. “Habis Santi udah kangen banget Pak..” rengeknya.

“Sabar ya sayang.. Tinggal beberapa hari lagi kok” hiburku. “OK deh.. Sorry kalau mengganggu ya Pak” katanya menyudahi pembicaraan. Wah, ternyata dia sudah tak sabar kepengin aku kencani, pikirku.

Mungkin baru pertama dia bertemu dengan laki-laki jantan sepertiku di pesta perkawinan dulu. Kemudian aku telepon Lia untuk menanyakan kepastian kepergian Pak Arief ke Singapore, yang dijawab bahwa semuanya sudah confirm dan Pak Arief akan berangkat tiga hari lagi.

Setelah satu jam setengah aku menunggu, terdengar bunyi bel kamarku. Kubuka pintu kamarku dan tampak Marsha bersama seorang gadis belia, Siska.

“Maaf Pak Robert. Tadi Siska baru pulang dari latihan pramuka di sekolahnya” alasan Marsha.

Mungkin tampak di wajahku kalau aku kesal menunggu mereka. “OK nggak apa.. Ayo masuk” kataku sambil memperhatikan Siska. Hari itu dia mengenakan tanktop yang memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Juga rok mini jeans yang dikenakan menambah cantik penampilannya.

Tubuhnya termasuk bongsor untuk anak seusia dirinya. Dari balik tanktopnya tersembul buah dadanya yang baru tumbuh. Yang membuat aku kagum adalah wajahnya yang cantik dan terkesan innocent.

“Siska.. Ini Oom Robert” kata Marsha memperkenalkanku padanya. Kuulurkan tanganku dan disambutnya sambil berkata lirih,

“Siska..” Kemudian kami bertiga duduk di sofa, dengan Siska duduk disamping sedangkan Marsha berhadapan denganku. Kurengkuh pundak Siska dengan tangan kiriku, sambil kuelus-elus sayang.

“Gimana Pak.. OK khan” Marsha bertanya “OK.. Kamu jemput lagi aja nanti” jawabku sambil mengelus dan meremas lengan Siska yang mulus itu gemas. Setelah itu Marsha pamitan, tentu saja setelah menerima pembayarannya.

“Kamu lapar nggak Siska? Kita pesan makanan dulu yuk” saranku. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Sekarang memang sudah waktunya makan malam, dan aku tak mau staminaku tidak prima hanya karena perutku yang lapar.

Apalagi ternyata gadis yang dibawa Marsha ini cantik sekali. “Pesan apa?” tanyaku sambil memberikan room service menu padanya. “Nasi goreng aja Oom” “Minumnya?” “Minta susu boleh Oom?” jawabnya.

Langsung aja aku pesan beefsteak dan bir untukku, dan nasi goreng serta susu untuk Siska. Sambil menunggu pesanan datang, kamipun menonton TV.

“Channelnya Siska ganti ya Oom” katanya sambil mengambil remote.

“Oh ya.. Oom juga bosen lihat perang terus” jawabku sambil mengagumi keindahan Siska. Setelah dia duduk, kuelus-elus rambutnya yang berpita dan panjangnya sebahu itu.

Siska kemudian mengubah channel TV ke channel Disney. Rupanya dia suka menonton film kartun. Maklum masih anak-anak, pikirku. “Kamu sudah punya pacar?” tanyaku setelah kami terdiam beberapa saat.

“Belum Oom..”

“Kenapa?” tanyaku lagi “Siska khan masih kecil..” katanya sambil terus menatap adegan kartun di TV. Aku pun makin bernafsu mendengar jawabannya. Yah.. Akulah nantinya yang akan menikmatimu untuk pertama kalinya he.. He.. Kuciumi pipinya sambil kuelus-elus pahanya.

Siska nampak tak terbiasa dan bergerak agak menghindar. Pahanya yang putih mulus makin tersibak menampakkan pemandangan yang indah. Tanganku kemudian meraba dadanya yang baru tumbuh itu. Kemudian kupegang wajahnya dan kucium bibirnya.

Tampak sekali bahwa dia belum berpengalaman dalam hal seperti ini. Tanganku sudah ingin melucuti tanktopnya ketika tiba-tiba bel kamarku berbunyi. “Room Service” terdengar suara di depan kamarku.

Akupun berdiri meninggalkan Siska untuk membuka pintu. Tampak ada perasaan lega di raut wajah Siska ketika aku beranjak pergi.

“Ada pesanan lagi Pak?” tanya petugas room service setelah meletakkan makanan di meja. “Nggak” jawabku “Mungkin buat anaknya?” tanyanya lagi “Mungkin nanti menyusul” kataku sambil menandatangani bill yang diserahkannya.

Aku geli juga mendengar si petugas menyangka Siska adalah anakku. Memang pantas sih dilihat dari perbedaan umur kami. Kamipun lalu menyantap makanan kami. Siska menikmati nasi goreng dan segelas susunya sambil terus menonton kartun kesayangannya.

“Mau buah Siska?” kataku sambil mengambil buah-buahan dari minibar.

“Nggak Oom.. Udah kenyang. Dibungkus aja boleh ya Oom.. Untuk adik di rumah” katanya. Hm.. Benar-benar manis ini anak, pikirku.

Dalam hati aku kasihan juga pada dia, tapi aku tak dapat menahan nafsu birahiku untuk menikmati tubuhnya yang muda itu. Aku makan satu buah apel dan kuberikan sisanya padanya. Diterimanya buah-buahan itu dan kemudian dimasukkan dalam tasnya.

Akupun kembali duduk disampingnya dan kemudian kuambil remote dan kumatikan TVnya. “Ayo sayang kita mulai ya..” kataku sambil menciumi pundaknya yang terbuka. Aku kemudian beralih menciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas dadanya.

Tak ada response darinya. Ketika tangannya yang mungil aku letakkan di atas kemaluanku, dia diam saja. “Kok diam saja sih!!” Bentakku.

“Oom.. Siska nggak pernah Oom.. Belum ngerti” jawabnya lirih ketakutan.

“Ya sudah sini kamu..” kataku sambil beranjak ke meja dimana laptopku berada. Siska mengikutiku dari belakang. Langsung kusetel film BF yang aku simpan di dalam harddiskku. “Ayo sini duduk Oom pangku” kataku.

Siskapun duduk di atas pangkuanku sambil melihat adegan persetubuhan dimana seorang wanita bule cantik sedang dengan rakusnya mengulum kemaluan orang berkulit hitam. Mata Siska tampak takjub melihat adegan yang pasti baru pertama kalinya dia lihat itu.

Sementara aku menciumi dan menjilati pundak dan lehernya yang jenjang dari belakang. Tangankupun telah masuk ke dalam tanktopnya dan meremas-remas buah dadanya yang masih tertutup BH itu.

Kutarik ke atas cup BHnya sehingga tangankupun leluasa menjelajahi dan meremas buah dadanya yang mulai tumbuh itu. Kupilin perlahan puting dadanya yang mulai mengeras.

“Oom.. Jangan Oom.. Siska malu” katanya sambil menatap adegan di laptopku dimana si wanita bule sedang mengerang-erang nikmat disetubuhi dari belakang.

“Nggak usah malu sayang” jawabku sambil agak memutar tubuhnya sehingga aku leluasa menikmati dadanya. Kulumat buah dada yang baru tumbuh itu dan kujilat lalu kuisap putingnya yang kecil berwarna merah muda itu.

Sementara tanganku yang satu telah merambah paha sampai mengenai celana dalamnya. “Pelan-pelan Oom.. Sakit” desahnya ketika tanganku mengusap-usap kemaluannya setelah celana dalamnya aku sibak.

Mulutku masih sibuk mencari kepuasan dari buah dada anak belia ini. “Kamu cantik sekali Siska.. Ohh yeah..” kataku meracau sambil mengulum dan menjilati buah dadanya. Tanganku mengelus-elus pundaknya yang jernih, sedangkan yang satunya sedang merambah kemaluan anak perawan ini.

Kemaluanku tampak memberontak di dalam celanaku, bahkan sudah mengeluarkan cairannya karena sudah sangat terangsang. Kuturunkan Siska dari pangkuanku, dan akupun berdiri didepannya.

Kuciumi bibirnya dengan ganas sambil tanganku meremas-remas rambutnya. “Emmhh.. Emmhh..” hanya itu yang terdengar dari mulut Siska. Kumasukkan lidahku dan kujelajahi rongga mulutnya. Sementara kuraih tangan Siska dan kuletakkan ke kemaluanku yang sudah sangat membengkak.

Tetapi lagi-lagi dia hanya diam saja. Memang dasar anak-anak, belum tahu cara memuaskan lelaki, pikirku. Dengan agak kesal kutekan pundaknya sehingga dia berlutut di depanku. Dia agak berontak akan bangun lagi.

“Ayo.. Berlutut!!” kataku sambil menarik rambutnya. Tampak air mata Siska berlinang di sudut matanya. Dengan cepat aku lepas celana dan celana dalamku, sehingga kemaluanku berdiri dengan gagah di depannya.

“Ayo isap!!” perintahku pada Siska yang tampak ketakutan melihat kemaluanku yang sebesar lengannya itu. Kugenggamkan tangannya pada kemaluanku itu.

“Ampun oomm.. Jangan Oom.. Besar sekali.

Nggak muat Oom” katanya mengiba-iba. Terasa tangannya bergetar memegang kemaluanku.

“Ayo!!” bentakku sambil menarik rambutnya sehingga kemaluankupun menyentuh wajahnya yang imut dan innocent itu.

Tampak Siska sambil menahan tangisnya membuka mulutnya dan akupun sambil berkacak pinggang menyorongkan kemaluanku padanya.

“Aahh.. Yes.. Make Daddy happy..” desahku ketika kemaluanku mulai memasuki mulutnya yang mungil.

Akupun mengelus-elus rambutnya yang berpita itu dengan penuh kasih sayang ketika Siska mulai menghisapi kemaluanku.

“Ayo jilati batangnya.. Sayang” kataku sambil mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Siskapun mulai menjilati batang kemaluanku dengan perlahan.

“Ayo isap lagi” instruksiku lagi sambil tanganku mengangkat dagunya dan menyorongkan kemaluanku padanya. Siskapun mulai lagi mengulum kemaluanku, walaupun hanya ujungnya saja yang masuk ke dalam mulutnya.

Kutekan kemaluanku ke dalam mulutnya sehingga hampir separuhnya masuk kedalam mulutnya. Tampak dia tersedak ketika kemaluanku mengenai kerongkongannya. Dikeluarkannya kemaluanku untuk mengambil nafas, sementara aku tertawa geli melihatnya.

“Sudah. Oom.. Jangan lagi Oom” Siska memohon. Air matanya tampak menetes di pipinya “Oom belum puas. Ayo lagi!!” bentakku sambil menjambak rambutnya, sehingga wajahnya terdongak ke atas menatapku.

Siskapun terisak menangis, tetapi kemudian dia kembali menjilati dan mengulum kemaluanku. Pemandangan di kamar hotel itu sangatlah indah menurutku. Seorang laki-laki dewasa dengan tubuh tinggi besar sedang berkacak pinggang, sementara seorang anak di bawah umur dengan wajah tanpa dosa sedang mengulum kemaluannya.

Mungkin sekitar 15 sampai 20 menit aku ajari anak perawan itu cara untuk memberikan kepuasan oral pada lelaki. Setelah itu aku merasakan kemaluanku akan meledakkan cairan ejakulasinya.

“Buka mulutmu!!” perintahku pada Siska sambil mengeluarkan kemaluanku dari kulumannya.

Kemudian kukocok-kocok kemaluanku sebentar, dan kemudian muncratlah cairan spermaku ke dalam mulutnya dan sebagian mengenai wajahnya.

“Oh.. Yeahh.. Nikmat.. Kamu hebat Siska..” erangku saat orgasme.

“Ayo telan!!” perintahku lagi ketika melihat dia akan memuntahkan spermaku keluar.

Tampak dia berusaha menelan spermaku, walaupun karena jumlahnya yang banyak, sebagian meleleh keluar dari mulutnya.

Diambilnya tisu dan dibersihkannya wajahnya sambil membetulkan pakaiannya sehingga rapi kembali. Dia pun kemudian mengambil dan meminum habis sisa susunya. Sementara aku pergi ke toilet untuk buang air kecil.

Sekembalinya aku dari toilet, tampak Siska sedang duduk gelisah di sofa. Pandangan matanya tampak kosong dan berubah menjadi takut ketika melihat aku menghampirinya. Aku tersenyum dan duduk disampingnya.

Kembali kuelus-elus pundak dan tangannya. “Omm.. Siska pengin pulang Oom.. Siska capek..” katanya. “Yach kamu istirahat dulu aja sayang” jawabku sambil mencium pipinya. Kamipun duduk terdiam.

Kusetel kembali TV yang masih menayangkan acara kartun kesukaannya itu. Kuusap-usap tubuhnya yang duduk di sampingku sambil sesekali kuciumi. Aku menunggu hingga kejantananku bangkit kembali.

Aku beranjak ke meja dimana laptopku masih menayangkan adegan syur semenjak tadi. Di layar sekarang seorang pria bule sedang dihisap kemaluannya oleh dua wanita cantik. Yang satu bule juga, sedangkan yang lain wanita Asia, kalau tidak salah Asia Carrera namanya.

Memang film produksi Vivid ini bagus sehingga aku menyimpannya di harddiskku. Melihat adegan demi adegan di layar, kejantananku pun perlahan bangkit kembali. Kudatangi sofa dimana Siska berada. Siska tampak gelisah ketika aku berlutut di depannya.

“Aku ingin menikmati memekmu sayang” kataku sambil menyibakkan rok mininya. Kuciumi pahanya dan kujilati sampai mengenai celana dalamnya. Kemudian kulepas celana dalamnya itu sehingga vaginanya yang bersih tak berbulu itu tampak mempesonaku.

“Jangan Oom.. Tolong Oom” kata Siska ketika tanganku mulai meraba kemaluannya. Karena gemas, langsung aku jilati dan isap vaginanya. Lidahku menari-nari dan kumasukkan ke dalam liangnya yang perawan itu.

“Uhh.. Ampun Oom..” erangnya ketika aku menemukan klitorisnya dan langsung kuhisap. Sementara tanganku naik ke atas meremas buah dadanya. Kupilin-pilin putingnya sehingga mulai mengeras. Sementara vaginanya pun sudah mengeluarkan lendir tanda dia telah siap untuk disetubuhi.

“Ayo kita lanjutkan di ranjang, manis..” kataku sambil merengkuh tubuhnya dan menggendongnya. Aku ciumi bibirnya sambil badannya tetap aku gendong menuju kamar tempat tidur. Kurebahkan tubuhnya di ranjang, dan akupun mulai melucuti pakaianku.

Tampak kemaluanku sudah kembali membengkak ingin diberi kenikmatan oleh anak kecil ini. Siska tampak memandangku dengan tatapan mengiba. Matanya menampakkan ketakutan melihat ukuran kemaluanku.

Langsung kuterkam tubuhnya di ranjang dan kuciumi wajahnya yang manis. Kubuka tanktopnya juga BHnya dan kulempar ke lantai.

Langsung kusantap buah dadanya yang masih dalam masa pertumbuhan itu, dan kujilati dan kuisapi putingnya hingga mengeras. Lalu kubuka rok mininya, sehingga Siskapun sudah telanjang bulat pasrah di atas ranjang.

Jariku kemudian menari merambah vaginanya dan mengusap-usap klitorisnya. “Tolong jangan Oom.. Aduh.. Oom.. Jangan Oom.. Siska masih perawan Oom.” rengeknya.

Aku menghentikan kegiatanku dan menatapnya “Memangnya Bu Marsha bilang apa?” tanyaku

“Katanya Siska nggak akan diperawani. Cuma dipegang dan diciumi aja” jawabnya terisak. Mendengar itu timbul perasaan iba karena ternyata dia telah dibohongi oleh Marsha.

“Ya sudah.. “Kataku.

“Kamu hisap lagi aja kontol Oom seperti tadi” perintahku. Akupun lalu tidur telentang dan Siskapun kuSiskak hingga wajahnya berada di depan kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kutekan kepalanya perlahan, hingga Siskapun kembali memberikan kenikmatan mulutnya pada kemaluanku.

Tampak dari tatapanku, kepalanya naik turun menghisapi kemaluanku. Tangankupun mengelus-elus rambutnya penuh rasa sayang seperti rasa sayang bapak kepada anaknya. “Ya terus.. Sayang” erangku menahan nikmat yang tiada tara.

Setelah beberapa menit, kuSiskak tubuhnya sehingga wajahnya tepat berada diatas wajahku. Kuciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas pantatnya. Kemudian kubalikkan badannya, sehingga badanku yang tinggi besar menindih tubuh belianya.

Kusedot puting buah dadanya dan kugigit-gigit sehingga menimbulkan bekas memerah. Lalu kurenggangkan pahanya, dan kuarahkan kemaluanku ke vaginanya.

“Jangan Oom.. Ampun Oom.. Jangan.. Ampun..” rengek Siska ketika kemaluanku mulai menyentuh bibir vaginanya. Aku tambah bernafsu saja mendengar rengekannya, dan kutekan kemaluanku sehingga mulai menerobos liang vagina perawannya.

Terasa sesuatu menghalangi kemaluanku, yang pasti adalah selaput daranya “Ahh.. Sakiitt..” jeritnya menahan tangis ketika kutekan kemaluanku merobek selaput daranya. Kutahan sebentar menikmati saat aku mengambil keperawanan anak ini, kemudian kugerakkan pantatku maju mundur menyetubuhinya.

“Ah.. Nikmat.. Ahh.. God.. Memekmu enak Siska.” racauku

“Oh.. Ampun.. Sakit.. Udah Oom.. Ampun..” Siska merintih kesakitan sambil menangis.

“Yes.. You naughty girl.. Daddy must punish you.. Yeah..” aku kembali meracau kenikmatan. Kugenjot terus kemaluanku, dan aku merasakan nikmatnya jepitan vagina Siska yang sangat sempit itu. Tampak air mata Siska meleleh membasahi pipinya, dan ketika kugenjot kemaluanku tampak wajahnya menyeringai menahan sakit.

Kemudian kuSiskak pahanya sehingga melingkari pinggangku, dan sambil duduk di ranjang kugenjot lagi vaginanya. Tanganku sibuk menjelajahi buah dadanya. Bosan dengan posisi itu, kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia dengan gaya “doggy style”.

Sudah tak terdengar lagi rengekan Siska, hanya suara erangannya dan isak tangisnya yang memenuhi ruangan itu.

“Ahh.. Sakit Oom ampun..” rengeknya kembali ketika rambutnya kuSiskak sehingga wajahnya terdongak ke atas. Sambil kusetubuhi tubuhnya, kadang kuciumi dan kugigiti pundak dan lehernya dari belakang, sambil tanganku memerah buah dadanya.

Setelah kurang lebih satu jam aku setubuhi dia dengan berbagai macam posisi, akupun tak tahan untuk mengeluarkan cairan ejakulasiku. Kubalikkan badannya dan kugesek-gesekkan kemaluanku di dadanya.

Kadang kugesek-gesekkan juga ke seluruh wajahnya. “Ahh.. Memang enak perawan kamu Siska..” erangku sambil menumpahkan spermaku di dadanya. Akupun kemudian bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri.

Kemaluanku pun kubersihkan dari sisa sperma bercampur darah perawan Siska. Sekembalinya aku dari toilet, kulihat Siska masih terbaring di ranjang sambil menangis terisak-isak. Kubiarkan saja dia di sana, karena aku sudah merasa puas dan merasa menjadi lebih muda setelah mereguk kenikmatan dari anak itu.

Kuminum sisa birku, dan kutelepon Marsha untuk menjemput Siska. Tak lama, Marsha pun datang. “Gimana Pak Robert?” tanyanya tersenyum.

“Wah.. Puas.. Tuh anak enak banget” kataku tertawa kecil. “Syukurlah Pak Robert puas. Sengaja saya pilihin yang bagus kok Pak” katanya lagi. “Percaya deh sama Marsha. Tuh anaknya masih di kamar” Marsha pun masuk ke kamar tidur sedangkan aku nonton TV di sofa.

Lagi-lagi masih berita perang di CNN. Sementara itu, terdengar Siska menangis di kamar sedangkan Marsha berusaha menghiburnya. Setelah kurang lebih setengah jam, merekapun muncul dari dalam kamar tidur.

“Saya permisi dulu Pak Robert” pamit Marsha.

“Oh ya Marsh.., kalau ada yang bagus lagi telepon ya. Untuk obat awet muda.” jawabku sambil mengedipkan mataku. “Beres Pak” jawabnya sambil menggandeng Siska keluar.

“Ini tasnya ketinggalan” kataku sambil menyerahkan tas Siska yang berisi buah-buahan untuk adiknya itu. Kuperhatikan mata Siska masih sembab, dan jalannya pun agak pincang ketika meninggalkan kamar hotelku.

Tak lama akupun cek out dari hotel. Dalam perjalanan pulang ke apartemenku, aku mampir di panti pijat langgananku. Tubuhku agak pegal sehabis menyetubuhi Siska tadi. Setelah dipijat, dan mandi air hangat, tubuhku terasa sangat segar.

Akupun bergegas pulang dengan mengendarai Mercy silver metalik kesayanganku. Tak lupa kusetel lagu Al Jarreau kesayanganku.
CERITA SEX, KUMPULAN CERITA DEWASA, CERITA PANAS, KOLEKSI CERITA MESUM, CERITA SEKS, CERITA 17+, ANAK SMP BUGIL DAN SISWI SMA BUGIL TELANJANG, TANTE BUGIL, TANTE GIRANG BUGIL, TANTE GIRANG VAGINA MERAH BASAH, ABG TELANJANG SMA DAN VIDEO VAGINA MERAH BASAH, SEX CEWEK NGENTOT, SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMP, CERITA SEX ABG, SUKA BUGIL, ABG FOTO BUGIL TERBARU, ABG NGENTOT MEMEK, ABG SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMA, SITUS VAGINA MERAH BASAH, ABG HOT VAGINA MERAH BASAH, CERITA SEKS PEREK ANAK SMA, SMA TELANJANG, CEWEK SMA BUGIL, SISWI SMU BUGIL, DOWNLOAD PERGAULAN BEBAS ANAK ANAK SMA, MEMEK NGANGKANG DIENTOT,

About Vanita Esma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*