Cerita Sex Tante Cukup Puas | Haus Sex
Vimax cresizedimage.php Agen Capsa
Bandar Q Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online , Sakong Online Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Cerita Sex Tante Cukup Puas

VIMAX Bandar Capsa

Situs Terlengkap Untuk Cerita Dewasa Pribadi | Cerita Sex Terbaru | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Hot | Cerita ABG | Cerita Tante tante | Cerita Sex Jilbab | Seks Bergambar – Tante Cukup Puas. Namanya Pri. Gagah tapi sedikit rapuh, merantau dari keteduhan kota kecilnya di pelosok Sumatera. Sudah 3 Tahun Pri kelana di ibukota ini. Pendidikan tingginya digeluti dengan biaya seadaanya. Keberuntungan satu-satunya ia peroleh dari pamannya dengan memberikan tempat berteduh sangat seadaanya.

Cerita Dewasa Tante Cukup Puas

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik

Pri tidak memiliki keistimewaan, ia seperti pada umumnya. Wajah yang biasa, daya pikir cenderung menurun dan karakter berubah-ubah. Sebaliknya ia menyadari keadaan ini, sangat! Sering Pri sesali kelebihan yang tidak ia miliki layaknya orang-orang yang dikagumi.

Tante Isty tinggal di komplek perumahan di bilangan H***** kota Jakarta. Ibu satu anak ini, bertetangga dengan paman Pri dan dikenal cukup dekat dengan tetangganya.

Dengan penghasilan suaminya yang cukup membuat Tante Isty banyak kegiatan yang sia-sia mengisi kekosongan waktunya.

Seperti hari ini Tante Isty memanfaatkan Pri membawa belanja rumah selepas menjemput Kori di SMA ***. Selang beberapa waktu mereka terlihat asyik meneguk minuman juice diruang makan keluarga.

Kori Dan Tante Isty Ramah duduk di sofa biru bersenda gurau dengan Anak semata wayang yang mulai beranjak dewasa, Sedangkan Pri duduk di Karpet Itali bermotif Abstrak memperhatikan tingkah polah mereka.

Tante Isty hari ini terlihat sedikit ceria dengan baju long dress semi transparent dan bercorak cerah, ditambah potongan pada lengan dan belahan pada paha membuat bersinar kulit putih tubuh rampingnya.

Berkali-kali Pri melirik ke-arah jepitan lengannya. Sisi luar buah dada dan kemulusan sela-sela lengannya berulang membuat Pri bernafas dengan berat. Tante Isty sendiri menanggapi dengan wajar atau keadaan ini memunculkan sisi liarnya.

Ukuran celana boxer yang dikenakan Pri tidak dapat menutupi sirat hatinya, hal ini membuat Pri menjadi terpojok, Karena tidak dapat menahan gelisah, Pri pamit untuk kebelakang melanjutkan perbaikan talang air yang di minta Tante Isty kemarin lalu.

Usai makan siang Kori Pamit pergi kerumah kerabat keluarga mereka, Pri terlihat masih sibuk dengan pekerjaan dibawah sengatan matahari, Tidak berapa lama Tante Isty meminta Pri menghentikan pekerjaannya sejenak untuk makan siang. Makan Siang ditemani Tante Isty bukanlah yang menyenangkan bagi Pri, rasa malu dan hormat menimbulkan kejengahan pada Pri.

Tepat di sebelah Pri Tante Isty sedang memainkan pisau membentuk lingkaran pada buah apel ranum. Topangan tangan Tante Pada meja menampakan belahan luar payudara kiri Tante Isty, pandangan ini tak luput dari sorotan Pri.

Lirikan polos Pri tertangkap di sudut mata Tante Isty, dengan sunggingan kebanggaan Tante Isty sedikit merubah posisi duduknya sedikit menghadap Pri dan tangan kiri letakan pada senderan bangku Pri.

Namun tangan Tante Isty masih lincah mengupas apel yang tidak akan digigit. Pri menyadari Posisi Tante Isty memberikan pandangan yang lebih jauh menarik, tapi kenikmatan ini tidak di peroleh Pri karena rasa polos dan takut masih menjadi raja di hatinya.

“Dasar Laki-laki Munafik” teriak Pri, dalam hati tentunya.

“Akh.. Seperti apa bentuk lekukan payudara ini?” rasa penasaran menghampiri Pri.

Payudara ukuran 34b milik Tante Isty terlihat masih menantang menghadap Pri, Tante Isty tentunya mengerti gejolak pada diri Pri, ini menambah rasa penasaran untuk mempermainkan Pri.

“Hallo, Pak kendro! Selamat pagi, bisa disambungkan dengan Pri.” Suara diseberang sana menyahut dengan ramah.

Pri duduk di tepi kasurnya dengan rokok terselip di jari tengah. Rasa bimbing menghantuinya, baru saja Tante Isty menelepon kerumah pamannya, meminta bantuan Pri memindahkan barang.

Kegugupan Pri menghadapi Tante Isty merupakan beban terberat untuk mengunjungi kediaman Tante, Apalagi kecurigaan keluarga pamannya akibat keseringan Pri mengunjungi tetangga mereka pada jam-jam suami Tante sedang berada diluar rumah.

“Apalagi sekarang Tante hanya ditemani Mbok Suli?” Ujar Pri.

Dengan berat Pri terlihat mengunci pagar rumah pamannya dan jalan dengan pelan ke arah rumah Tante Isty. Masih terbayang dalam benak Pri kejadian di meja makan yang memporak-porandakan harga dirinya sebagai laki-laki, sepertinya Pri bertekad setidaknya memperoleh sesuatu dari kesempatan yang ada, untuk melepaskan mimpi buruk karena rasa penasarannya.

Tante Isty menyambut kedatangan Pri dengan Suka cita. Seperti kemarin Tante Isty memakai baju longdress bertali sedikit longgar dengan belahan berbentuk V, memperlihatkan belahan dada bagian depan dan sisi luarnya.

Lantas menarik Pri ke kamar belakang yang jarang di gunakan. Tante Isty menunjuk ke arah lemari bagian atas yang terdapat barang-barang tidak dipakai. Pri cukup paham maksud Tante Isty setelah Tante Isty Keluar untuk menyiapkan minuman segar, Pri melepas celana panjang.

Karena pekerjaan yang sangat berdebu Pri memilih memakai celana boxernya. Karena Pri tidak terbiasa dengan celana dalam, sehari-hari celana boxer sebagai pengganti celana dalam yang selalu membatasi ruang geraknya.

Tidak berapa lama Tante datang membawa dua buah gelas berisi soft drink, Tante melihat Pri dengan berdiri diatas kursi berusaha memindahkan barang-barang yang lumayan berat di tengah tumpukan debu dan ampas kayu.

Pandangan ini membuat panas tengkuk Tante Isty. Bertelanjang dada dan bercelana pendek memperlihatkan imajinasi kekuatan lelaki. Ini merupakan pandangan yang menarik, karena tinggi dan besar tubuh Pri terasa berbeda bagi Tante Isty.

Sebaliknya Tante Isty bertubuh sedikit mungil dan langsing. Hanya kemontokan payudara dan padat pinggulnya yang menciptakan kesan ramping tubuhnya menjadi sirna. Suami Tante Isty pun tak jauh berbeda, dia hanya 10 cm lebih tinggi dari Tante Isty dengan tubuh yang terlihat rapuh. Tidak dapat di pungkiri kondisi ini Cukup mendekati kejenuhan pada Tante Isty.

Lama Tante Isty berdiri termangu di depan pintu kamar, sambil memegang nampan bola matanya menelusuri tiap lekuk tubuh Pri.

“Sudah 3 bulan Aku mengenalnya, baru sekarang menyadari kokoh tubuh Pri” Ujarnya.

Pemandangan ini membuat Tante Isty betah berlama-lama menemani Pri bekerja, dengan berpura-pura membantu Tante memandangi terus dengan sepuas-puasnya.

“Guci itu biar Tante bawa saja”, sahut Tante Isty.

Dengan sigap ia menyambut guci mini itu dari tangan Pri. Lalu Tante Isty berjalan dengan sedikit membungkuk melintasi celah antara Pri dengan lemari, sedetik kemudian Tante Isty terkejut dan mukanya serasa panas, ‘Ah apa yang menerpa kepalaku tadi?’ pertanyaan bertubi menghampirinya. Tanpa disadarinya pada saat ia melintas, sesuatu di bagian celana Pri menampar bagian kepalanya, dan benda tersebut sepertinya besar dan cukup berat.

Dengan rasa ingin tahu Tante ingin mencoba lagi dengan alasan ruang tempatnya berdiri cukup sempit, dengan perlahan Tante melintas seperti tadi, bedanya kali ini berjalan cukup pelan sehingga ia memiliki kesempatan untuk menebak lebih jelas, benda apa yang menyetuh kepalanya.

Dengan wajah bersemu merah Tante Isty seperti menemukan jawaban yang dicarinya. Di lain sisi Pri masih terlihat sibuk dengan barang dan debu, keadaan dibawahnya di luar kesadarannya.

2 jam waktu yang cukup mengerjakan perintah Tante Isty, dengan tubuh berselimut debu Pri menyusuri lorong samping kediamaan Tante Isty, menuju kolam ikan belakang ‘tuk sejenak beristirahat ditemani segelas juice yang telah diisi ketigakalinya.

Tanpa sepengetahuan Pri Tante Isty pergi ke kamar tidur, menenangkan dirinya. Sepertinya kejadian di kamar belakang tadi masih sangat menghantuinya. Rebahan di atas kasur berbulu angsa yang lembut belum dapat menenangkan gemuruh hatinya, mendinginkan hawa disekitar leher dan kuping juga meredakan irama nafas yang bergemuruh.

Bersamaan Tante Isty merubah posisi tidurnya, mata indah Tante menelusuri kolam ikan yang bertepatan disamping kamar tidur di batasi tembok berjendela besar dengan jarak sekitar 5 meter, ia melihat Pri duduk di gazebo teduhnya, sedang menikmati kesegaran minuman. Lama Tante memperhatikan sosok Pri, Selama Pri memikirkan kelanjutan studynya.

Pri terduduk dengan lesu telah ketiga kalinya ia terpaksa cuti dari kegiatan akademik. Pri belum menemukan jawaban memperoleh sejumlah uang untuk mengaktifkan kembali studinya.

Berkali-kali ia melamar pekerjaan ada beberapa yang di jalani dengan hasil sebaik tanpa pekerjaan, mungkin tanpa relasi, modal dan skill tidak mungkin memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang layak.

Beban seperti ini acap kali membuat Pri berputus-asa dan bermalas-malasan, mungkin saat ini Pri tidak dapat memutuskan kelanjutan hidupnya esok harinya. Dengan kaki gontai Pri melangkah menuju pancuran air disebelah kolam yang biasa digunakan untuk mencuci kaki.

Tapi kali ini Pri tidak memanfaatkan pancuran tersebut sebagaimana mestinya, ia hendak buang air kecil karena toilet yang tersedia di rumah ini cukup banyak namun letaknya cukup jauh dari halaman belakang tempat kolam ikan.

Masih menggunakan celana boxer kebiasaannya, memudahkan Pri mengeluarkan desakan di bawah perutnya. Seandainya ia mengetahui pancuran tersebut berada bersebelahan dengan kamar utama tempat peristirahatan Tante Isty, tentu Pri tidak akan berani berbuat hal tersebut. Pri terlihat lega melepaskan hajat kecilnya.

Pada saat bersamaan Tante Isty masih memejamkan matanya tidak untuk tidur akan tetapi menenangkan kegelisahan hatinya, baru saja Tante merasakan keredaan ini, mata beningnya terlepas dari pejaman yang lama, menyaksikan sosok Pri dengan bertelanjang dada dan kaki yang sedikit terbuka dengan kedua tangan menggenggam batas celana yang turun setinggi paha.

Perasaan yang tadi sudah cukup tenang serasa berdebar kencang dan mengisi setiap ruang dalam tubuhnya. Hanya indera pengelihatan yang bekerja sangat sempurna untuk menterjemah tiap bentuk dari sosok di depan mukanya yang hanya berjarak 4 meter selebihnya bagian tubuh yang lain dari Tante Isty terasa hilang. Terjawab sudah teka-teki yang tadi menghantui Tante Isty, mungkin jawaban ini sudah saatnya tiba.

Perasaan yang baru pertama kali ini Tante rasakan terus berkembang ke arah yang tidak dapat ia terka, sampai keadaan ini mengembalikan ingatan Tante Isty kepada keresahan yang melanda setelah kelahiran anak semata wayangnya.

Kenyataan pahit yang selalu di terima Tante Isty dari waktu ke waktu di anggap sebagai tumbal terhadap kehidupan yang makmur. Suami yang telah memenuhi kehidupan hidupnya dengan segala bentuk harta belum mampu memenuhi keinginan liarnya, persenggamaan yang dilakukan dengan berkala sangat menghimpit jiwanya, kemampuan suami sangat jauh dari kebutuhan fantasi-fantasi binalnya.

Menyadari bahwa sesungguhnya sang suami hanya melakukan tugas sebagaimana ia bertugas memenuhi kebutuhan keluarga. Sungguh Tante Isty menikmati setiap sorotan matanya, walaupun ini belum dapat melepas dahaganya tapi serasa cukup membasahi kekeringannya. Cukup puas Tante memandang keindahaan durjana sudah terekam dalam ingatan, seperti apa bentuk kejantanan Pri.

Sangat jauh berbeda dengan benda yang pernah digenggam sebelumnya. Batangnya yang besar dan berwarna cokelat gelap, di hiasi urat-urat sebesar anak korek api menjalar keseluruh senti dari batangnya, bagaikan akar pohon beringin yang mencekeram bumi.

Yang paling menyesakkan dada, bentuk kepala zakar lebih besar seakan memayungi batang kokohnya, dengan lubang yang sempit hampir membelah kepalanya. Besar keinginan Tante Isty untuk meraba kejantanan kokoh itu, apakah tangan mungil dan halus miliknya mampu menggenggam keperkasaan benda yang di tumbuhi bulu-bulu tercukur rapi, sangat menggelitik keingin-tahunya.

CERITA SEX, KUMPULAN CERITA DEWASA, CERITA PANAS, KOLEKSI CERITA MESUM, CERITA SEKS, CERITA 17+, ANAK SMP BUGIL DAN SISWI SMA BUGIL TELANJANG, TANTE BUGIL, TANTE GIRANG BUGIL, TANTE GIRANG VAGINA MERAH BASAH, ABG TELANJANG SMA DAN VIDEO VAGINA MERAH BASAH, SEX CEWEK NGENTOT, SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMP, CERITA SEX ABG, SUKA BUGIL, ABG FOTO BUGIL TERBARU, ABG NGENTOT MEMEK, ABG SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMA, SITUS VAGINA MERAH BASAH, ABG HOT VAGINA MERAH BASAH, CERITA SEKS PEREK ANAK SMA, SMA TELANJANG, CEWEK SMA BUGIL, SISWI SMU BUGIL, DOWNLOAD PERGAULAN BEBAS ANAK ANAK SMA, MEMEK NGANGKANG DIENTOT, FILM VAGINA MERAH BASAH PANAS.

About Vanita Esma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*