Cerita Sex Basah Semakin Nikmat | Haus Sex
Vimax Agen Capsa
Bandar Q Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online , Sakong Online Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya
agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online

Cerita Sex Basah Semakin Nikmat

VIMAX Bandar Capsa

Situs Terlengkap Untuk Cerita Dewasa Pribadi | Cerita Sex Terbaru | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Hot | Cerita ABG | Cerita Tante tante | Cerita Sex Jilbab | Seks Bergambar – Basah Semakin Nikmat. Kisah yang terjadi pada diriku untuk pertama kalinya disaat aku masih sekolah SMP, dimana ibukota sesak akan hura haranya, tapi aku tinggal di pinggiran Jakarta yang masih mau tahu akan keadaan diu sekitar, suatu hari di desaku ada yang hajatan seperti biasa budaya desaku kalau ada sesuatu acara di wajibkan untuk memutar layar tanjep.

Cerita Dewasa Basah Semakin Nikmat

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik

Cuma selama aku tinggal disana belum pernah sekalipun orang tuaku mengizinkan aku nonton itu, karena biasanya lokasi pemutarannya agak jauh dari rumah, dan teman-temanku biasanya kalau menonton sampai acara selesai, sekitar pukul 4 pagi.

Nah suatu hari, ada pemutaran layar tancep dideket rumah, sekitar 500 meter’an…cuma beda jalan saja. Akupun kemudian merayu orang tua untuk boleh ikut teman-teman nonton. Dan ajaibnya orang tuaku mengizinkan aku pergi, wah senengnya bukan buatan… rasanya bahagia banget, itukan berarti boleh begadang, jadi rasanya udah gede gitu. Singkat cerita aku berlima dengan kawan-kawanku pergi ke lokasi layar tancap sekitar 19:30’an, dan kami sepakat kami akan pulang sampai acara selesai.

Sampai dilokasi, acara blom dimulai, namun sudah banyak orang disitu… mereka rata-rata duduk ditanah beralasan koran. kami sih yang anak-anak engga ikut duduk kaya gitu, cuma mondar mandir, jajan atau bercanda. Kira-kira 15 menitan kemudian film- pun dimulai, aku lupa film apa, cuma rasanya film dimasa-masa itu film-film kungfu atau indonesia yang laku di layar tancap.

Kami pun kemudian menyelinap nyelinap kearah depan lagi, karena ingin mendapat pandangan yang lebih enak. Aku yang berada di urutan paling belakang, kamudian tertinggal kawan-kawanku yang lebih depan itu, sehingga kehilangan mereka.

Sejenak aku bingung, tetapi kemudian aku pikir ya engga apa-apa, toh aku tau jalan pulang dan nanti juga pasti ketemu. Dengan pikiran begitu, akupun mencari tempat untuk duduk yang agak enak. Akhirnya aku dapat duduk juga ditanah, dan aku pun mulai menikmati tontonan itu dengan santai, duduk dengan tangan menopang ketanah di belakangku.

Entah sudah berapa lama aku asyik menonton film itu, ketika aku merasakan bahwa tanganku dibelakang menyentuh tangan seseorang dibelakangku, otomatis aku menengok, dan kulihat seorang wanita manis sedang duduk dibelakangku, dan tanganya yang sedang membersihkan kakinya yang mungkin agak kotor bersentuhan dengan tanganku.

Aku memandangnya dengan tatapan minta maaf, dan dia senyum. Akupun kemudian melanjutkan nonton film lagi. Beberapa kali tangan itu bersentuhan dengan tanganku, lama-lama aku risih juga, namun enak juga, hangat, jadi aku diamkan saja.

Walaupun aku belum pernah melakukan hubungan sex dengan wanita, tetapi aku sudah sering masturbasi sejak kelas 1 SMP. Jadi lama-lama aku jadi punya pikiran yang bukan-bukan tentang wanita dibelakangku itu. Akupun memberanikan diri untuk duduk agak bergeser kebelakang.

Begitu aku duduk lebih kebelakang, tanganku bersentuhan lagi dengan tangannya, namun kali ini tidak sekali-sekali saja, namun terasa bersentuhan terus. Aku tidak berani menengok kebelakang, takut dia malah jadi menarik tanggannya yang menempel ditanganku. Otakku sudah makin engga karuan mikir wanita dibelakangku ini, ingin rasanya nengok melihat wajah manisnya yang sekilas tadi aku liat.

Dan tiba-tiba aku berpikiran, jangan-jangan ini bukan wanita tadi, reflek aku nengok agak pelan kebelakang, dan ternyata masih dia, senyum dia duluan, akupun senyum, trus aku menghadap kedepan lagi, rada grogi.

Aku taksir usianya sekitar 30’an mungkin. Tiba-tiba aku merasakan bahwa telapak tanganku dipegang oleh dia, hatiku berdegup kencang sekali, aku tak berani menengok… aku biarkan telapaknya menindah telapak tanganku, hangat sekali, lama-lama telapaknya mengelus telapak tanganku, dan aku merasakan sentakan-sentakan elektrik di batang kemaluannku,

makin mengencang. Aku menengok, dan dia memandangku dengan senyumnya dan telapak tanganku diremasnya dengan agak kuat, matanya mengajak aku mengembara kepuncak-puncak kenikmatan, dia mengangguk sedikit seolah-olah berkata.. “Ayo..” Aku seperti terpesona, aku menjawab senyumnya dengan anggukan. Telapak tanganku makin diremas dengan kuat.

Diapun berdiri dengan tetap meremas tanganku, aku jadi ikut berdiri. Dia seperti setengah menarik aku menyibak kerumuman orang-orang menjauhi arena layar tancep. Aku dag dig dug bercampur cemas.

Yang aku cemaskan adalah teman-temanku.. bagaimana kalau nanti mereka pulang tanpa aku, pasti orang tuaku jadi bingung. Sementara aku sendiri tidak tau mau dibawa kemana sekarang ini. Arena layar tancep semakin jauh, sinar lampu keramaian makin jauh..namun beberapa orang masih terlihat.

Dia melambatkan langkahnya, berjalan disampingku dengan tetap mengandeng tanganku, sesekali diremasnya telapakku…. secara reflek kadang aku juga membalas remasannya. Kami saling diam saja, tidak berkata-kata.

Kemudian, tiba-tiba dia membelok ke sebuah kebun yang agak lebat pepohonannya, gelap disana, aku jadi takut…kuberanikan aku bertanya kepadanya mau dibawa kemana aku, tapi dia menjawab bahwa ini jalan pintas, engga apa-apa katanya. Baru aku dengar suaranya, lembut sekali.

Dia berhenti dibawah pohon yang agak rindang, dan meremas telapakku dengan kuat. Tiba-tiba dia memeluk aku, dan bibirnya mencium bibirku. Aku tersentak. Denyut jantungku berdebar tak terkira, bibir basah dan hangat itu tiba-tiba menempel dibibirku dan membuka rongga mulutku dengan paksa.

Sedetik kemudian kurasakan lidahnya yang panas masuk kedalam mulutku dan menjilati rongga dalam mulutku. Aku yang belum pernah merasakan hubungan apapun dengan wanita jadi engga tau musti apa. Aku merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa, rasa geli karena lidah yang menjulur-julur dan menjilati rongga mulutku rasanya benar-benar indah sekaligus merangsang libidoku.

Kemaluanku tegang sekali, otomatis tanganku merangkul lehernya dan menarik kepalanya kearahku dengan lebih erat, seakan tidak ingin melepaskan ciuman ini Tangannya yang memeluk akupun semakin erat pelukannya dipunggungku, dan kurasakan tanganya mengelus punggungku dengan lembut kearah bawah, dan berhenti dipantatku, pantatku diremas dengan lembut membuat aku makin merapatkan tubuhku ketubuhnya.

Perlahan lidahkupun membalas jilatan lidahnya, lidah kami bertemu dan begitu bersentuhan aku tidak bisa lagi membendung nafsu birahiku.. dengan rakus, entah darimana tiba-tiba aku bisa berciuman, dengan rakus kami saling berlomba mencaplok bibir lawannya dengan menggebu-gebu.

Lidah kami saling mematuk, menjilat dan bermain liar dirongga mulutnya atau mulutku. Seakan tak henti-hentinya kami berciuman, kami hanya sebentar mengambil nafas dan kembali berciuman dengan nafsu birahi yangmeledak-ledak.

Sementara itu, tangan kiriku memeluk pinggangnya dan tangan kananku mulai meremas payudaranya yang sebelah kiri dari luar kaosnya, kenyal sekali dan padat, tetapi masih terhalang kaos dan BH yang dia pakai, jadi rasanya kurang nikmat. Perlahan tangan kiriku yang memeluk pinggangnya aku turunkan kepantatnya yang memakai rok jean. Aku remas-remas pantatnya

Benar-benar nafsuku sudah memuncak. Dan bibir kamipun masih terus berpagutan dengan rakusnya. Tangan kanannya tiba- tiba meremas batang kemaluanku dengan kencang. Nikmat sekali rasanya, bibir kami lepas dan dia mendesah serta mengajak aku tiduran di rumput. Tubuh kamipun merosot kebawah sambil tetap berpelukan.

Kami tiduran dirumput sambil berciuman, dan dia kemudian mengguling menindihi aku. Dia menjilati seluruh mukaku dengan lidahnya, geli, sangat geli…. aku tidak kuasa untuk diam saja. Aku hanya bisa mendesah-desah kenikmatan.

Tanganku menyingkap roknya dari blakang, kuelus pantatnya yang montok, kuraba celana dalamnya, dan kususupkan tanganku masuk dan mengelus belahan pantatnya dan berusaha menggapai vaginanya. Kudapatkan. Kurasakan aku meraba suatu celah yang basah.. dan berbulu lebat, kucoba mengelus dengan vaginanya dengan lembut, namun yang terjadi adalah mengelus dengan penuh nafsu.

Dia mendesah dan sedikit merintih, sambil menciumi leherku, dan tangannya mulai membuka kancing bajuku.. sementara tangan satunya meremas batangku dengan kencang. Kugosok-gosokan tanganku divaginanya yang basah dan berbulu lebat itu, dia merintih dan sedikit meronta. Aku sendiri yang kegelian karena ciuman dan jilatannya di sekujur muka dan leherku mencoba menggulingkan tubuhnya, aku ingin menindihnya dan membalas menjilat sekujur tubuhnya.

Dia kemudian dengan nafas memburu dan agak mendesah mengangkat tubuhnya dari atasku, dan membuka kaosnya serta BH nya. Matanya terus memandangku. Aku balas memandang dikeremangan malam, dijauh sana sayup terdengar suara layar tancep ditambah suara serangga malam.

Kutatap buah dada besar yang bergantung didepanku, dikeremangan malam rasanya lebih indah, putingnya tegak dan besar berwarna coklat tua, ingin rasanya aku langsung mengulumnya dan menyedotnya.

Tanganku langsung memegang payudaranya dan meremasnya dengan kuat, ini pertama kali aku memegang payudara, dia merintih dan tertawa kecil.. dibiarkannya tanganku meremas payudaranya. Dan dia melepaskan bajuku, dan kemudian diteruskan dengan membuka celana panjangku…akupun segera membuka roknya.

Semenit kemudian kamu sudah telanjang bulat. Dia menarik tubuhku untuk menindihnya, tubuh hangatnya mendekap aku, dia mencoba mencium bibirku lagi, tapi aku tolak, aku ingin menjilati seluruh permukaan tubuhnya, dia tetap mencoba mencium bibirku.

“Ohh… kamu… sini bibir kamu..oh…jangan bikin aku penasaran..” begitu katanya.. “aku sangat suka berciuman… sini mulut kamu, aku caplok..hhhhh” Aku tetap saja turun kebawah, kujilat ujung payudara kanannya, kuisep perlahan, kugigit dengan pelan dan hujilat-jilat. Harum tubuhnya ditambah bau keringatnya makin merangsang kelakianku.

Tangan kiriku meremas-remas payudara kanannya dengan nafsu, membuat dia agak meronta dan mendesis desis, dan tangan kananku menelusuri tubuhnya dengan perlahan, ciumanku di payudaranya kualihkan ke payudara kirinya dan kuisapa dengan gemas seluruh pentil nya yang sangat mancung itu… kusedot dengan rasa nafsu sehingga membuat ia mengerang kenikmatan. Tangannya menekan kepalaku dengan lembut namun pasti, membenamkan kepalaku di payudaranya yang montok itu.

Kujilati lembah diantara payudaranya dengan rakus, kuarahkan ke leher dan menjalar ke lengan dan turun perlahan ke ketiaknya. Baru kusadari ketiaknya berbulu lebat juga, membuat aku makin terangsang. Bau keringatnya semakin membutakan aku. Aku pun makin gila menjilati tubuhnya, perutnya ku jilati dan makin turun kebawah ke selangkangannya.

Bau vagina wanita yang baru pertama kali kuhirup, kusedot dengan nikmat, ada bau khas yang nikmat dan penuh rangsangan, kuciumi vaginannya, dan lidahku pun masuk kedalam liang vaginanya. Kujelajahi dinding dan rongga vaginanya dengan lidahku, basah dan hangat. Tanganku memeluk pinggangnya.

Dia melonjak- lonjak dengan suara desahan dan rintihan yang membuat aku makin terangsang. Tangannya menekan kepalaku dengan kuat, dan kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat juga. Makin basah kurasakan liang vaginanya, dan diapun makin merintih dengan kuat. Aku takut suara rintihannya terdengar orang, maka kuhentikan aktivitasku di sekitar vagina itu.

Tubuhku maju dan kamipun berciuman lagi, lidahnya kurasakan lebih tak terkendali lagi didalam mulutku, dan mulutnya menghisap bibir bawahku dengan kuat, agak sakit namun nikmat sekali. Kubalas sedotan bibirnya dengan sedotanku juga yang tak kalah nafsunya. Tangannya meremas batangku dengan kuat.
Sembari kami berciuman, kurasakan erangan dimulutku yang keluar dari mulutnya. “Aku engga tahan…hhh.. sshhh… si..siniii… mm asuukkii..massuukinn ..shhh..eeerrggg…” Tangannya menuntun batangku memasukin liang vaginanya.

Batangku yang sudah amat tegang itu rasanya mau pecah saja, letupan-letupan diotakku makin tidak tertahankan..padahal kami blom mulai. Aku ingin mengerang kuat sekali, tetapi mulutku tetap dibungkam mulutnya… yang keluar hanyalah erangan disela-sela ciuman kami.

Aku mencoba menahan keluarnya air maniku, namun sangat susah. “aarrgg..sshhh…sssaayaaa… mmauu kkllluarr..mmmmmbbaaakk… eerrgg” mendengar begitu, dia langsung meremas batangku makin kuat… “sshhh…mmm… klluarrrin…sshh ajaaa…” katanya sambil memeluk tubuhku erat-erat.

Tak bisa aku tahan lagi, dengan bibir masih berciuman akupun mengerang kenikmatan didalam mulutnya. Dan Croootttt…croott..crotttt.crooottt air maniku pun menyemprot dengan deras digenggamannya, dia mengelus ujung penisku dengan tangannya, membuat aku makin nikmat geli dan ngilu yang bukan maen nikmatnya.

Tubuhku agak melemas, diatas tubuhnya, sementara bibirku masih diciuminya. Aku pasrah saja. Denyutan diotakku agak mengendur. Bibirnya melepas bibirku, aku ingin bangkit dari tubuhnya, namun batangku yang sedang mengecil tetap dielus-elus dia, membuat rasa ngilu yang tak tertahan, geli juga… aku mengerang dan mendesah, sambil tanganku meremas payudaranya dengan kuat dan memainkan putingnya dengan menarik dan meremasnya.

Dari mulutnya terdengar rintihan kenikmatan. Berlahan batangku makin menegang lagi, membuat deyutan baru diotakku lagi. Suara rintihan dan desahannya membuat batangku cepat menegang lagi, ditambah dengan remasan dibatangku yang pintar.

Tak lama kemudian, batangku sudah menegang lagi, walaupun belum maksimal. Rupanya dia sudah tak tahan juga, batangku yang belum tegang benar, diarahkan lagi keliang vaginanya. Oh.. nikmatnya, aku merasakan baru pertama kali. Begitu ujung batangku masuk, terasa seperti di jepit oleh daging lembut yang menggesek-gesek seluruh urat syaraf ditubuhku.

Semakin dalam kubenamkan batangku, semakin nikmat rasa yang ada, hangat dan basah serta licin. Dia mengerang begitu seluruh batangku terbenam, aku juga mendesah sambil mencari bibirnya, aku tidak ingin erangan kami terdengar orang, jadi aku ingin membungkam mulutnya agar agak teredam suara erangan kami.

Dia yang memang senang berciuman, langsung menangkap mulutku begitu dekat mulutnya. Kembali kami berpagutan dengan nafsu, tanganku memeluk tubuhnya dengan erat demikian juga dia, menekan punggung dan kepalaku dengan kuat. Kakinya menjepit pinggangku dengan kuat, dan pinggulnya memutar sambil mulutnya mengeluarkan suara erangan disela-sela ciuman kami. Tubuhku naik turun diatas tubuhnya, dan batangku kutarik serta kubenamkan kembali dengan genjotan yang semakin kuat.

Liang vaginanya kurasakan makin basah, eranganya makin sering dan makin panjang… untung selalu kuredam dengan mulutku. Demikian juga aku, aku makin mengerang juga, karena rasa nikmat yang menggelitik otakku… Tiba-tiba, dia seperti berontak, tubuhnya diangkat tinggi-tinggi, dan kakinya menjepit pinggulku dengan sangat kuat, dan tangannya mencakar punggungku dengan erat, mulutnya menyedot mulutku dengan kuat disertai erangan kuat didalam mulutku.

Batangku seperti diremas-remas oleh dinding vaginanya membuat aku makin geli dan ujung penisku sangat gatal. Aku merasakan nikmat yang teramat sangat diotakku yang tak bisa digambarkan..lebih nikmat dari pertama kali tadi. Aku tau bahwa aku tak bisa menahan lebih lama lagi kenikmatan ini, maka ku genjot dengan lebih cepat batangku keluar masuk liang vaginanya.

Dan luar biasa sekali, reaksi dari genjotanku itu membuat dia makin menjepit aku dan jepitan liang vaginanyapun makin kuat… Dia mengerang keras sambil diangkatnya pinggulnya tinggi-tinggi dan dihempaskan ketanah. Pelukan tangannya bukan maen kuatnya… dan sepertinya bibirku luka karena ciumannya yang luar biasa kuatnya.

Bersamaan dengan itu aku merasakan ada pancaran cairan di dinding vaginanya yang agak kental, seperti butiran pasir halus menempel didinding vaginanya. Aku yang memang sudah tidak tahan lagi makin terangsang mendengar erangan nikmatnya, membuat sel-sel diotakku tidak dapat lagi mengontrol semburan air maniku kedalam liang vaginanya. Disertai dengan lenguhanku yang keras, kuhujamkan batangku dalam-dalam dan menyemprotlah air maniku dengan kuat. Crrooott ttt…ccroott..crott …cccrrrooottt..crottt..

Ah nikmatnya, bersama’an dengan itu tubuhnya mulai terkulai, jepitan kakinya mengendur dan pelukannya demikian juga. Bibir kami hanya saling menempel saja, tanpa berciuman. Akupun terkulai lemas diatas tubuhnya yang basah oleh keringat, keringat kami. Dia mengelus punggungku yang berkeringat sambil bibirnya memcium bibirku lembut, aku membalas lembut juga. Batangku makin mengecil dengan sendirinya, dan kutarik dari liang vaginanya.

Akupun mengguling kesamping, dan duduk disebelahnya, memandang tubuhnya yang masih tersegal-segal tiduran disampingku. dia mengelus pahaku sambil tersenyum. “Nama kamu sapa? saya Yeni” Ya ampun, kami sudah bergumul sekitar 1 jam dan baru sekarang kami berkenalan. Aku menyebut namaku, “… Tante Yeni, terima kasih ya… saya jadi punya pengalaman baru” kataku sambil mengelus payudaranya, kuelus pentilnya.

Dia menangkap tanganku yang sedang memainkan payudaranya dan menggenggamnya. Aku ditarik kedalam pelukannya, akupun rebah disampingnya, kami berpelukan mesra diselingi kecupan ringan. Kami mengobrol. Ternyata tante yeni usianya 37 taun, sudah punya anak seusia aku 15 tahun, cewe. Dia tinggal sama orang tuanya dideket lokasi layar tancap.

Dia janda sudah 5 taun, suaminya meninggalkan dia, entah kemana. Makanya dia tau kebon kosong ini aman, karena dia biasa kepasar lewat sini, dan jarang yang tau motong jalan lewat sini. Kami masih telanjang bulat dialasi rumput.

Dia kemudian mengajak aku berpakaian dan kerumahnya, aku sebenernya mau menolak, tapi dia agak maksa…jadi aku turutin aja. Ternyata dari arena layar tancep rumahnya tidak jauh, bahkan kita bisa melihat filmnya dari depan rumahnya. Rumahnya sederhana, aku masuk mengikuti dia… kutengok jam dindingnya, pukul 23:20.

Dia masuk suatu ruangan disebelah kanan kami, aku rasa kamar tidur, sebentar kemudian dia keluar lagi. “Anakku sudah tidur” katanya. Dia mengunci pintu depan dan mengandeng tanganku kearah dalam, aku akan menolak dengan memberi isyarat mata. Dia tersenyum. “orang tuaku lagi pergi keluar kota, ayo.. kita kekamar blakang..”

Akupun menurut saja. Kami masuk keruang makan dan dikanan kirinya ada pintu. Tante Yeni menarik aku kearah kiri, dan membuka pintunya… dia menyalakan lampu, dan menutup pintu serta menguncinya.

Dia menatap aku, “bibir atas kamu berdarah ya? aku terlalu hot ya?” katanya sambil senyum dan tangannya mengelus bibir atasku. Aku balas senyum, “engga apa kok tante, sakit tapi enak sih..” “Ih..kamu, mbuat gemes aja…”

“Entar kalo anak tante bangun gimana?” “Engga, dia kalo tidur nyenyak banget kok…” Tante Yeni pun menggring aku agar duduk ditepi tempat tidur, aku pun duduk menatap wajah ayunya yang lebih muda dari umurnya. Perlahan dia melepas kaosnya, BH-nya, rok jeans-nya dan terakhir celana dalam warna hitamnya.

Dia berdiri didepanku persis. Menggantung dua buah payudara indah itu. Kulitnya tidak terlalu putih, namun bersih. Tante Yeni memeluk kepalaku dan ditekankan kebelahan payudaranya. Aku langsung menjilat lekuk-lekuk ditengah kedua payudara itu. Tante mendesah nikmat.. “mmmmmm… eennaakkk…mmm” Tanganku langsung memeluk pinggulnya, dan kuremas pantatnya dengan nafsu. “Buka baju kamu, aku bisa robek-robek nanti kalo udah nafsu…” kata dia sambil mengecup halus bibirku.

Aku pun bangkit dan membuka semua pakaian ku. Kami telanjang bulat berdua, berhadap- hadapan. Dia setinggi aku, aku yang masih 15 tahun memang agak tinggi dibanding teman-teman seusiaku. Tante Yeni menatap mataku, dia mendekat dan mendekap aku…bibir kamipun bersentuhan, lembut, kami mengulum bibir lawan kami dengan lembut, disertai jilatan lidah sesekali, namun lama-lama jilatan itu makin menggila dan kami pun berdekapan erat sekali.

Kami jatuh ketempat tidur, kami bergulingan sambil terus berciuman dengan nafsu membara. Batangku sudah tegang sekali. “Ayo di masukin.. sekarang ya…mmmmmm… udah engga..mmm sabar…” katanya sambil menuntun batangku masuk keliang vaginanya. Kubenamkan sebagian batangku sambil menggigit kecil sekitar payudaranya.

“aahhh…geli…ge..liii..mmmm ahhh….eeegg.. eee.. teruussss…ggeliii…mmmmm…aaahhhhhhggg” kugigit dan kuhisap puting payudaranya bergantian… sementara tubuhnya agak menggelinjang karena sodokan batangku dikemaluannya.

Matanya terpejam sambil mendesah nikmat…kugenjot sedikit demi sedikit, aku tidak ingin terburu-buru, jadi aku pelankan irama genjotanku. “hhhggg…eeennnaakk… hgggmmm…aahhhhgg…uuugghhh…sssshhh.. tteerrudddddssss…agghh….eeghhhh..” “uugghh… mbbbaakkk…aagghhh…eennaakk bangggeet…uughhhh…” akupun makin tidak terkontrol, goyangan pinggul dan ciuman dibibirku membuat aku makin menikmati irama yang diinginkan Tante Janda ini.

Aku mempercepat genjotan diliang vaginanya… “uuugghhhh….kkaammuu…ppiinntteeeeeeerrr… aagghhh…shhhhhhhgg” makin gila aku menggenjot batangku, dan pinggul tante yeni makin gila juga menggoyangku, sesekali diangkat dan dibantingnya pinggulnya sambil mengerang, merintih dan mendesah penuh nafsu dan kenikmatan.

Demikian juga aku. Aku tidak perlu membekap mulutnya… aku biarkan semua suara kami keluar, lebih membuat aku makin terangsang. Kaki tante yeni mulai menjepit pinggangku, tanda dia makin mendekati puncak, dan tangannya yang mendekap punggungku makin erat memeluk, kepalanya digoyang-goyangkan dengan keras kekanan dan kekiri, matanya sebentar terpejam dan sebentar membeliak.

Dari mulutnya erangan dan rintihan nikmatnya makin keras. Sesekali kami berciuman disela gerak tubuh kami yang makin tidak terkontrol. Genjotan dan goyangan pinggulnya makin menggila. Ubun-ubunku rasanya hendak pecah, dialiri rasa nikmat dari jepitan dinding vaginanya yang makin mengeras, seperti hendak menghancurkan batangku.

“aaaggghhhh..eeeennggggggaaaaaa….hhhhhhgggg. . kkkuuaattt…aahhhgggg ….ggghhhhmmmm…aahhhggg…” tante yeni menjepit kuat sekali pinggangku dengan kakiknya yang mulus dan tanganya mendekap punggungku dengan sangat kuat. Kulihat ekspresi mukanya… tubuhnya melengkung seperti orang kayang, pinggulnya diangkat tinggi-tinggi, dan dilemparkan kepalanya kebelakang sambil matanya membelalak, dari mulutnya keluar erangan yang kuat sekali…

“AAAAAAGGGGHHHHHHHHRRRR!!!!!!……. AAHHHGGG….UU UUGGHHH…HHHHHGGG.” bersamaan dengan itu sekali lagi kurasakan cairan hangat dan kasar itu memenuhi rongga vaginanya. Ujung penisku seperti begesekan dengan amplas halus… geli sekali… tubuh tante yeni terhempas ketempat tidur dengan kuat, dia masih menjepit pinggangku dengan agak kuat, perlahan dikendorkannya jepitan kakinya… tangannya mengendur juga.

Namun aku makin mempercepat genjotan batangku, hingga 4 genjotan kemudian, aku tidak kuat lagi… kubenamkan seluruh batangku kedalam liang vaginanya yang basah itu dengan kuat, sambil mengerang kuat aku semburkan air maniku…

“UUUUGGGHHHHHHHH!!!! AGGGHHH!! LLLLIIILLISSSSSSSHHHHHGGGGG …..HHHGGGGGGG!!!” CRROTTT…CCRROTTT..CCRROOTTTTT..CROTTT…. rasanya seluruh tulangku langsung lemas, diotak ini ada rasa nikmat yang luar biasa. Masih kutekan kuat-kuat batangku sambil menghabiskan air maniku yang tersisa.

Tubuh kami basah oleh keringat, rasanya nikmat sekali. Tubuhku masih menindih tubuhnya, dan berlahan kucium bibirnya dengan mesra dan dibalas dengan lembut pula, tante yeni agak mendesah.. “mmmm sayangkuuu..” gumamnya. “sayangku juga…” kataku sambil mendekap wajahnya dan kukecup dahinya.

Batangku kutarik, dan aku mengguling kesamping, dia meletakka kepala didadaku, “bener kamu sayang aku?” “Iya… Tante…”kataku sambil mengelus rambutnya. “bener ya… kamu cuma buat tante seorang..” “iya..bener..” Kamipun tertidur dengan keadaan telanjang bulat dan saling berdekapan.

CERITA SEX, KUMPULAN CERITA DEWASA, CERITA PANAS, KOLEKSI CERITA MESUM, CERITA SEKS, CERITA 17+, ANAK SMP BUGIL DAN SISWI SMA BUGIL TELANJANG, TANTE BUGIL, TANTE GIRANG BUGIL, TANTE GIRANG VAGINA MERAH BASAH, ABG TELANJANG SMA DAN VIDEO VAGINA MERAH BASAH, SEX CEWEK NGENTOT, SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMP, CERITA SEX ABG, SUKA BUGIL, ABG FOTO BUGIL TERBARU, ABG NGENTOT MEMEK, ABG SITUS VAGINA MERAH BASAH, KHUSUS ANAK SMA, SITUS VAGINA MERAH BASAH, ABG HOT VAGINA MERAH BASAH, CERITA SEKS PEREK ANAK SMA, SMA TELANJANG, CEWEK SMA BUGIL, SISWI SMU BUGIL, DOWNLOAD PERGAULAN BEBAS ANAK ANAK SMA, MEMEK NGANGKANG DIENTOT, FILM VAGINA MERAH BASAH PANAS.

About Vanita Esma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*